Rabu, 14 Juli 2010 - 09:08:35 WIB
Yadi Srimulyadi: "KPU Kab. Bandung Diintervensi"
Laporan : Ahmad Qorry Moa
Kategori: Politik
- Dibaca: 528 kaliBandung - Radio Mora.
Pada rapat pleno penetapan dan pengundian nomor urut, kemarin, Cabup yang diusung PDIP dan Partai Gerindra, Yadi Srimulyadi,mengatakan bahwa KPUD Kab. Bandung ada yang mengintervensi. Selain itu KPUD tidak konsisten. "Satu sisi dalam pembukaan Ketua KPU mengatakan harus pasangan yang hadir, sementara staf KPU yang lain pengambilan nomor urut boleh oleh wakilnya," kata Yadi Srimulyadi. Usai rapat pleno terbuka Yadi mengatakan bahwa KPUD ada yang mengintervensi. "Saya beranggapan bahwa KPUD ada yang mengintervensi. Ini tidak boleh terjadi. Ini dapat merugikan masyarakat dan calon yang lain," kata Yadi dihalaman tempat rapat digelar.
Bermula ketika Cabup yang diusung Partai Golkar, Dadang M Nasser, terlambat datang ke rapat pleno tersebut. Meski Dadang belum datang, KPU tetap melakukan pengambilan nomor urut. Tindakan KPU ini, mengundang interupsi yang disampaikan oleh Cabup Yadi Srimulyadi yang ditujukan kepada Ketua KPU, Osin Permana. "Pak Ketua,dalam sambutan pembukaan tadi Bapak mengatakan pengambilan nomor urut harus pasangan lengkap. Tapi mengapa yang tidak bisa datang bisa mengambil nomor urut. KPU sudah seharusnya konsisten dengan apa yang tadi disampaikan," kata Yadi, sambil berdiri dari tempat duduknya. Selain itu, menurut Yadi, KPU tidak konsisten dengan waktu. "KPU harus konsisten dengan waktu. Semua calon harus datang sekitar jam 09.00 WIB. Kalau ada yang terlambat, itu resiko yang harus diterima pasangan tersebut dan harus ditindak, tegas Yadi.
Meski mendapat protes keras,KPU tetap melaksanakan tahapan pengambilan nomor urut oleh tiap pasangan. Beruntung sebelum pengambilan nomor urut dilakukan, cabup Dadang M Nasser datang sehingga proses pengambilan nomor urut berjalan lancar.
(Mora 4)
|
|






Pengunjung hari ini : 26
Total pengunjung : 21449
Hits hari ini : 110
Total Hits : 148458
Pengunjung Online: 5